Minggu, 19 Juni 2016

Mudik bersama si kecil

Ayah Bunda
Tak terasa bulan Ramadhan akan segera berakhir, dan artinya mendekati Hari Kemenangan.
Wahh pastinya nih banyak sekali persiapannya yaa, selain kue - kue lebaran yang khas moment mudik lebaran juga jadi hal yang paling dinanti kan.
Bertemu dengan keluarga yang nun jauh disana dan merayakan lebaran bersama..pasti menyenangkan!

Jalur transportasi pun akan semakin ramai, baik di darat, laut, maupun udara. Karena hampir semua masyarakat melakukan tradisi mudik ini. Meski macet, jauh, tapi tetap saja rasanya menyenangkan.
Bagi keluarga baru pastinya mudik akan bersama si kecil dan sebelumnya harus di cek terlebih dahulu untuk perlengkapan yang harus dibawa agar tidak merepotkan saat perjalanan mudik nanti

Nah, karena mudik ini jaraknya tidak dekat, bahkan ada yang sampai berhari - hari loh, kebayang kan diperjalanan berhari - hari hehe...berikut ada tips bagi Ayah Bunda yang akan mudik bareng si kecil

1. Camilan Favorit
     Usahakan 2-3 jam sebelum berangkat perut anak sudah terisi, sehingga dalam kendaraan Anda cukup menyiapkan camilan kesukaannya. Pilih yang ringan dan tak berbau menyengat. Lengkapi dengan air putih yang disimpan dalam botol air minum insulated agar bisa tahan panas/dingin.

2. Baju Ganti dan Popok
     Muntah, banyak berkeringat, atau ketumpahan makanan bisa jadi terjadi di sepanjang perjalanan. Oleh karena itu siapkan beberapa pasang baju ganti dan popok sekali pakai di dalam tas yang mudah dijangkau. Pilih bahan pakaian yang nyaman, tidak terlalu tebal, dan menyerap keringat.

3. Buku dan Mainan
     Buku cerita, boneka, atau kartu bisa menghilangkan kebosanan anak selama perjalanan. Jadi disarankan wajib membawa mainan yang disukai anak saat mudik bareng Si Kecil nanti.
Baca: Tips Mudik Bersama Keluarga, Buat Permainan Interaktif

4. Lagu atau Film Favorit
     Siapkan lagu kesukaan anak, film kartun favorit atau game menarik lainnya dalam gadget. Jangan lupa bawa charger atau power bank agar gadget bisa selalu berfungsi ketika dibutuhkan.

5. Bantal Selimut
     Suhu di dalam kendaraan bisa jadi terlalu dingin buat anak. Siapkan selimut yang lembut dan nyaman. Mau praktis? Bawa balmut alias bantal selimut sehingga saat tak digunakan bisa menjadi sandaran empuk.

6. Baby Carseat
     Baby carseat membuat tubuh anak nyaman di perjalanan dan orangtua pun tak perlu repot memangku. Sesuaikan ukuran dengan usia anak.

7. Baby Carrier
     Gunakan baby carrier yang aman untuk anak. Pilih yang modelnya praktis tetapi nyaman dipakai, misalnya yang bisa digunakan di depan dan belakang. Atau, boleh juga berupa kain panjang jika Anda merasa nyaman menggunakanya.

8. Stroller
    Saat anak mengantuk atau kelelahan berjalan-jalan di tempat tujuan, benda ini bisa menjadi solusi. Bawalah stroller yang memang cocok untuk traveling sehingga ukurannya tidak terlalu besar, cukup ringan ditenteng, dan praktis dilipat dalam tas. Sekadar tips, jangan meletakkan barang belanjaan pada pegangan stroller jenis traveling ini, karena bobotnya yang ringan membuat stroller jenis ini mudah terbalik.

9. MPASI dan Perlengkapannya
     Membawa mudik Si Kecil yang masih mengonsumsi MPASI (Makanan Pendamping ASI). Jangan lupa membawa beberapa peralatan wajibnya, seperti botol susu, botol minum, botol warmer, termos, wadah anti tumpah, peralatan makan, panci kecil, kompor listrik, hingga bahan makanannya.

10. Tas Perlengkapan Anak
       Siapkan satu tas khusus berisi perlengkapan anak, seperti tisu basah, tisu kering, topi, makanan, popok, kaus kaki, handuk kecil, kantong plastik serbaguna dan sebagainya. Letakkan di tempat yang mudah dijangkau.

11. Toiletries
       Sisir, sabun, sampo, sikat, pasta gigi, lotion, hingga baby cream juga wajib dibawa.
Baca juga: Cara Melatih Anak Mandiri Tanpa Bantuan Pengasuh

12. Payung & Jas Hujan
       Selalu simpan jas hujan dan payung di dalam mobil.

13. Obat-Obatan
       Aneka kendala di jalan membuat anak bisa sakit. Bawalah obat-obatan penting, seperti penurun panas, obat luka, minyak gosok/balsam, losion nyamuk, plester, vitamin, hingga termometer.

14. Cooler- box
       Benda ini berguna untuk menyimpan minuman ringan, bahan makanan, hingga susu. Pilih coolerbox yang memang bisa digunakan dalam mobil. Atur penyimpanan bahan makanan/minuman agar kesegarannya tetap terjaga.

15. Perlengkapan Piknik
       Siapa tahu di perjalanan Anda menemukan taman atau tempat wisata yang asyik untuk piknik sekeluarga. Hitung-hitung menghilangkan pegal setelah duduk di mobil sekian lama, menepilah dan lakukan piknik seru bersama keluarga.

Nah, gimana Ayah Bunda..semoga tips nya bermanfaat yaa dan bisa lancar perjalanan mudiknya nanti.

Sumber : google

Kamis, 09 Juni 2016

Kegiatan Berkebun

Menjelang akhir pekan Hompeempa Daycare sering melakukan kegiatan outdoor untuk para murid - murid. Salah satunya adalah berkebun.

Kenapa berkebun?

kegiatan berkebun ini memiliki tujuan yaitu untuk menginspirasi anak-anak mengembangkan hubungan yang sehat antara manusia dengan lingkungannya. Berkebun akan mengembangkan pikiran dan tubuh mereka melalui aktivitas fisik, berkebun akan mengekspos mereka untuk melihat keajaiban alam, dan akan memberikan kesempatan pada anak-anak untuk bermain kreatif dan spontan.

Berkebun mendorong pengembangan kebiasaan dan sikap mencintai lingkungan seumur hidup yang dapat menyebabkan menciptakan masa depan yang berkelanjutan. Dengan menghabiskan waktu di taman, anak-anak akan mendapatkan pengalaman untuk belajar tentang dari mana makanan berasal dan belajar tentang siklus alam. Berkebun mendorong anak-anak untuk berhubungan dengan diri mereka sendiri dan lingkungan alam. Kegiatan berkebun memungkinkan mereka mendapatkan pengalaman penuh dengan dunia di sekitar mereka, serta belajar tentang bagaimana tanaman tumbuh dan berkembang dapat mempengaruhi mereka dan masa depan mereka.

Meskipun pada prakteknya murid - murid Hompeempa ini tidak benar - benar berkebun, karena mereka masih penuh eksplorasi yang akhirnya malah main tanah, main tumbuh - tumbuhan yang ada di taman. Tapi semua itu adalah proses, Kami memang tidak langsung mulai praktek berkebunnya. Kami memulai dengan mengenalkan dulu seperti apa agar tumbuh kecintaan kepada lingkungan.

Dari situlah proses itu terus berjalan, hingga nanti berkebun yang sebenarnya kami lakukan.
Seru bukan?

Menumbuhkan rasa cinta antar sesama dan lingkungan itu sangat penting kita terapkan.
Karena ketika rasa cinta itu sudah timbul, hal apapun akan bisa dilakukan dengan senang hati.

Dan satu hal lagi dari kegiatan berkebun ini banyak hal positif yang kita bisa terapkan kepada si kecil agar bisa terus melekat hingga dia dewasa.

Kamis, 26 Mei 2016

Yuk menempel

Ayah Bunda, kegiatan apa yang paling sering dilakukan dirumah untuk mengasah kreativitas dan motorik anak?

Adakah kesulitan atau kendala dalam memberikan kegiatan?
Si Kecil mudah bosan?
Atau bahkan si Kecil tidak mau melakukannya?

Usia balita memang tak bisa kita paksakan untuk melakukan sesuatu, mereka tak bisa kita beri tekanan atau diberi target. Karena yang ada dalam fikiran mereka hanyalah bermain dan bermain.

Menanamkan hasrat untuk belajar memang baik dilakukan sejak dini asal tepat penyampaiannya.
Karena ini akan berkelangsungan hingga dewasa kelak.
Pernah mengalami kan kalau putra putri nya susah kalau diminta belajar? Malas belajar dan sebagainya

Nah Bund, mungkin bisa diingat lagi bagaimana dulu Ayah Bunda mengajak si Kecil untuk belajar.
Jadikan belajar itu sesuatu hal yang menyenangkan bukan menakutkan.

Begitu juga dengan Hompeempa.

Karena dari awal Kami tidak hanya sekedar tempat penitipan anak, tapi juga Kami membantu para Orangtua memberikan stimulus pada anak untuk tumbuh kembangnya. Memang perlu sesuatu hal yang kreatif, mengemas sedemikian rupa agar anak tetap happy melakukannya dan yang terpenting tanpa paksaan sedikitpun.

Karena murid - murid Hompeempa dibawah 5 tahun semua, jadi bentuk permainanlah yang sering Kami terapkan. Salah satunya adalah menempel.

Sesuatu yang sederhana, namun ketika dikemas dengan menarik akan banyak hal yang bisa dilakukan dari kegiatan menempel ini. Hampir tiap minggunya kami melakukan kegiatan ini kepada murid - murid.
Dengan berbagai macam kegiatan Kami buat sehingga tiap minggunya murid - murid mendapatkan hal yang baru. Padahal intinya satu yaitu menempel.

Bukan hanya sekedar menempel

Dari kegiatan ini banyak yang bisa dipetik loh Ayah Bunda, mengenai pengenalan warna, bentuk, kerapihan, fokus, dan masih banyak lagi.
Bahan yang digunakan pun tidak sulit di cari dan harganya pun terjangkau. Bahkan Kami juga sering menggunakan bahan sisa atau daur ulang. Karena Kami punya prinsip bahwa belajar itu mudah dan menyenangkan.

Setiap kegiatan yang akan kami lakukan selalu bertanya terlebih dahulu pada murid - murid, melihat bagaimana mereka hari ini. Balik lagi kepada fitrahnya, usia mereka adalah usia bermain, berimajinasi, penuh daya khayal dan tak bisa dipaksakan. Jika sudah siap untuk kegiatannya mereka akan melakukan dengan happy dan menyelesaikan dengan maksimal.

Begitu seterusnyaa hingga mereka terbiasa melakukan proses belajar ini melalui kegiatan bermain.

So, tak ada yang sulit sebenarnya..karena sulit hanya ada di fikiran kita saja yang akhirnya berdampak pada proses itu sendiri.

Mari menjadi Orangtua yang cerdas dan kreatif 😊

Rabu, 25 Mei 2016

Makanan Sehat dan Bergizi Untuk Si Kecil

Ayah Bundaa...
Pernah mengalami stress ketika si kecil gak mau makan?
Pastinya kebanyakan orangtua pernah mengalami hal ini

Jangankan si kecil terkadang orang dewasa saja malas untuk makan

Sebagaimana kita ketahui bahwa anak itu masih dalam proses pertumbuhan, asupan gizi nya pun harus kita fikirkan karena itu berpengaruh kepada pertumbuhannya.
Orang dewasa pun demikian tapi lebih kepada menjaga kesehatan karena kesibukan yang padat harus seimbang dengan asupan gizi. Coba saja jika tidak seimbang kondisi badan yang lemah, mudah capek, gak semangat pasti terjadi. Itulah mengapa makanan sehat dan bergizi itu penting.

Nah, Si Kecil pun demikian kita harus pintar - pintar mengolah makanan sehat dan bergizi agar si kecil mau menyantap. Sajikan dengan semenarik mungkin pasti akan lebih semangat untuk makan.
Sekarang ini sudah banyak referensi menu untuk si kecil sehingga Bunda tidak kesulitan mau masak apa hari ini.
Jadi Bunda tak perlu khawatir, dengan menjadi Ibu kreatif masalah mogok makan si kecil bisa teratasi.

Sebenarnya, makanan sehat itu apa?

makanan sehat adalah makanan yang mengandung gizi seimbang, kaya akan serat dan zat yang dibutuhkan untuk perkembangan tubuh. Dilihat dari kandungannya, makanan sehat adalah makanan yang mengandung karbohidrat, protein, mineral, vitamin, dan lemak tak jenuh.

Dari pengertian di atas kita ketahui bahwa tidak sulit membuat makanan sehat, Bunda tinggal cari bahan - bahan yang terkandung nilai gizi nya seperti diatas.

Dibawah ini ada Top 15 makanan yang paling bergizi di dunia

1. Susu:

Susu Biasanya dianggap sebagai makanan pelengkap 4 sehat 5 sempurna. Susu berada dipuncak daftar makanan yang paling bergizi di dunia. Diperkaya dengan berbagai nutrisi, susu merupakan makanan ideal untuk segala usia. Dari seorang anak hingga orang tua, setiap orang harus minum susu secara teratur.

2. Telur:

Setelah susu, telur adalah makanan sehat terbaik kedua dan cocok untuk semua usia. Telur adalah salah satu sumber protein terbaik yang mengandung sedikit lemak, dan oleh karena itu  terbaik untuk semua diet. Kuning telur tinggi vitamin A, dan yang terbaik bagi penglihatan dan kulit. Putih Telur juga menyediakan banyak protein untuk memenuhi kebutuhan setiap hari.

3. Apel:

Buah apel mungkin adalah yang terbaik dalam kelompok buah-buahan, yang merupakan buah yang paling bergizi di dunia. Apel diperkaya dengan vitamin A dan C, dan nutrisi lain seperti kalsium, potasium, dan mangan. 1 buah apel setiap sehari saja sudah membantu mencegah banyak penyakit, sehingga akan menjauhkan Anda dari dokter.

4. Lemon:

Karena kaya vitamin C, banyak ahli di dunia menganggap lemon adalah buah yang paling sehat. 1 buah lemon kecil saja sudah memenuhi kebutuhan harian vitamin C, yang sangat penting bagi kesehatan manusia.

5. Bayam:

Bayam adalah salah satu dari anggota kelompok sayuran berdaun hijau. Sayuran ini luar biasa tinggi akan zat besi dan kalsium,  yang terbukti sangat baik untuk tulang dan kesehatan gigi. Zat besi juga berguna untuk menambah hemoglobin darah Anda.

6. Almond:

Almond terbaik karen kaya protein dan mineral. Empat almond sehari sudah dapat menjauhkan Anda dari akibat gangguan gaya hidup secara efektif.

7. Kacang Hijau:

Kacang hijau sangat tinggi mengandung protein dan vitamin. Mereka juga sumber yang sangat kaya serat. Kacang panjang, kacang ucet, juga termasuk kacang yang sangat bergizi.

8. Brokoli:

Brokoli adalah sayuran lain yang menawarkan lebih banyak beberapa manfaat kesehatan. Brokoli tinggi kalsium dan zat besi,selain itu juga sebagai sumber yang kaya vitamin K dan vitamin C. Jangan pernah melewatkan brokoli setengah matang dari dalam hidangan Anda.

9. Tomat:

Tomat adalah jenis buah sayuran yang sangat baik menyediakan antioksidan, sehingga sangat membantu untuk membangun sistem kekebalan tubuh yang kuat. Karotenoid lycopene dalam tomat menawarkan perlindungan terhadap kanker dan gangguan jantung, juga sangat kaya akan vitamin C.

10. Kedelai :

Kacang kedelai adalah sumber yang kaya estrogen dan magnesium, dan kedua nutrisi ini efektif untuk mengurangi gejala pramenopause. Juga Kaya akan serat larut, sehingga kedelai juga menunjukkan efek mencegah gangguan jantung.

11. Minyak zaitun:

Selalu lebih baik untuk memasak dengan menggunakan minyak zaitun, karena minyak nabati ini sangat rendah lemak. Jenis minyak ini akan membantu meningkatkan tingkat jenis kolesterol baik sekaligus mengurangi kadar kolesterol buruk dalam darah.

12. Ikan laut

Semua ikan laut tinggi kalium dan mangan, dan kedua mineral yang penting bagi kesehatan manusia. Tak hanya itu, ikan laut juga sangat dikenal sebagai sumber asam lemak omega 3, yang bermanfaat bagi kesehatan otak dan kehamilan.

13. Biji rami:

Biji rami adalah biji-bijian yang kaya asam alpha-liolenic, yaitu Asam yang membantu untuk mengubah asam lemak menjadi EPA dan DHA. Jenis Asam ini juga memiliki sifat anti-penuaan.

14. Bawang putih:

Bawang putih segar baik untuk banyak alasan kesehatan. Nilai gizi bawang putih telah membuktikan berhasil mencegah gangguan jantung, infeksi, Candida, tekanan darah tinggi, pembekuan darah, gangguan pencernaan, dan arthritis.

15. Madu:

Madu adalah alternatif yang sangat baik sebagai pemanis atau gula tanpa ada efek samping. Karena tingkat fruktosanya yang lebih tinggi, maka madu jauh lebih manis daripada gula. Madu mengandung Vitamin B6, Thiamin, Niacin dan asam amino.

Waah ternyata dari ke 15 makanan paling bergizi ini sering kita temui yaa Bunda, jadi benar kan tidak sulit membuat makanan yang sehat dan bergizi.

Yuk mulai hidup sehat dan terapkan ke seluruh keluarga termasuk si kecil juga. Karena dengan hidup sehat apapun bisa kita lakukan.

Senin, 16 Mei 2016

Fenomena Gadget


sumber : google

Saat ini sedang marak sekali orang – orang dimanapun berada kalau jalan itu menunduk. Entah apa yang dicari atau di lihat..hhmm terkadang saking tidak sadarnya mereka menabrak orang yang ada di depannya.

Di kendaraan umum, di tempat makan dan nongkrong sering terjadi hal seperti ini, banyak orang tapi tidak ada suara melainkan hanya menunduk. Sekalipun mereka pergi bersama keluarga atau teman – temannya tak ada komunikasi didalamnya.

Kesal kalau ada keluarga atau salah satu teman kita yang seperti itu?

Pernah mengalami hal seperti ini?

Atau sering melakukan hal diatas?

Apa yang terjadi sebenarnya?

Yaa..

GADGET..

Satu kata itu yang membuat dunia hening. Hening akan komunikasi secara langsung, tapi ramai berada di dunia maya nya.

Miris?

Iyaa pastinya, karena dunia ini seperti tak berpenghuni, mereka sibuk dengan dunia maya hingga lupa sedang ada dimana, dengan siapa, bahkan lupa kalau hal ini sangat berbahaya.

Mengapa bahaya?

Sosialisasi akan semakin hilang, kenapa? Yaa karena dengan alat telekomunikasi canggih saat ini orang sudah bisa ngobrol beramai – ramai dengan ada nya group. Sekalipun bertemu akan sibuk dengan gadgetnya masing – masing..lupa bahwa mereka sedang berkumpul bersama. Ngumpul sekarang hanya sekedar nongkrong, foto makanan, foto selfie atau wefie lalu upload di sosmed.
Tak ada hal yang berarti..

sumber : google

melihat gambar diatas, pernah mengalami dirumah?
Ketika semua anggota keluarga sibuk dengan gadget masing - masing.
apa yang muncul di benak Ayah Bunda?

Sungguh tak ada yang bisa merasakan kehangatan keluarga jika gadget sudah menguasai. semua sibuk, semua cuek dan semua semakin tak peduli dengan sekitar.

Disamping itu telepon selular pintar saat ini juga menyediakan fasilitas games yang super canggih dan banyak macamnya. Seringkali Ayah Bunda pun memberikan gadget untuk putra putrinya agar si anak diam tidak rewel. Memfasilitasi dengan games – games yang membuat anak akan sibuk sendiri lalu lupa bahwa mereka harus berteman, main diluar, dan punya sosialisasi yang baik.

Banyak alasan juga dari Ayah Bunda kalau putra – putri nya diberi gadget biar gak ketinggalan jaman, games nya juga mendidik, daann lain sebagainyaa. Namun apakah itu tepat?

Ayah Bunda, gadget akan membuat anak – anak tidak tahu dunia luar seperti apa, membuat mereka malas bergerak, dan bisa jadi mereka tidak akan punya teman. Ini yang mengakibatkan anak akan menjadi sangat introvert, malas bertemu orang, kurang pergaulan dan lainnya.

Sudah jarang sekali anak – anak main diluar, main bola, main sepeda bersama atau main petak umpet misalnya. Mereka sekarang lebih asyik dikamar dengan gadgetnya dan Ayah Bunda merasa bahwa itu lebih baik dari main diluar.

So, pintarlah dalam memberikan fasilitas kepada anak. Akan ada saatnya dimana mereka harus main gadget nantinya..tapi tidak boleh lupa juga bahwa anak – anak butuh bermain dengan teman – temannya dan dengan keluarga. 


                                                                                                  sumber : google

Main Air? Siapa Takut!!




Ayah Bunda tahukah bahwa main air itu menyenangkan?

Siapa yang tak suka dengan air, sumber kehidupan ini tak pernah lepas dari kita sehari – hari. Banyaak sekali manfaat yang pada air. Manusia akan sangat kesulitan jika air tidak ada.

Dewasa, anak – anak pasti menyukai air..apalagi kalau hujan turun, tak sedikit orang yang suka main hujan – hujanan hehe..itulah mengapa juga kolam renang atau waterboom tak pernah sepi.

Main air? Siapa takut.. di Hompeempa Daycare, main air adalah salah satu kegiatan Kami. Murid – murid selalu menanti dan gak pernah takut dengan main air. Ditambah main bersama dengan teman – teman seusianya mereka semakin exited.


Main air nya gak hanya sekedar main air Ayah Bunda, tapi sambil belajar jugaa. Keceriaan dan tawa lepas murid – murid selalu mengiringi. Tidak takut bajunya basah yang ada mereka happy
Dan kenapa kami tak pernah melarang, karena mereka menemukan kebahagiaan disana. 

Sering kali mendengar “Gak boleh main air dek, nanti bajunya basah”

Apakah air berbahaya?

Apakah basah berbahaya?

Apakah Ayah Bunda tau dampak dari kalimat diatas?

Banyak melarang, banyak membatasi akan berdampak tidak baik pada anak, mereka akan jadi anak penakut misalnya. Tak ada yang salah dengan air, tak ada yang salah juga dengan baju basah kena air. Paling terpenting adalah ketika kita membebaskan anak untuk berekspresi kita tau bagaimana mengarahkannya ke hal baik dan tidak berlebihan.

Hompeempa Daycare memfasilitasi semua kegiatan anak, tapi kami juga mengarahkan kepada tumbuh kembang mereka sehingga semua yang dilakukan tidak berlebihan atau kekurangan. Semua pada porsinya anak happy kami pun happy :)

So, masihkah Ayah Bunda mau membiarkan putra putrinya hanya di dalam rumah saja? Hanya main sendiri bersama mainan – mainannya?

Belajar sambil bermain


Hompeempa Daycare mempunyai program belajar bagi para murid – murid. 

Tujuan adanya program belajar ini adalah untuk mengasah motorik halus dan kasar pada anak. Jadi Ayah Bunda tak perlu khawatir karena Hompeempa Daycare tidak hanya untuk penitipan saja melainkan sarana untuk anak – anak bermain dan belajar.







Apakah dipaksa belajarnya?

Usia 0 – 5 tahun banyak yang bilang usia golden age, dimana anak tumbuh kembang dan berkreasi. Karena pada dasarnya anak – anak usia ini masih abstrak, mereka banyak mencoba hal – hal yang ada disekitarnya bahkan bertanya apapun yang mereka ingin tanyakan.

Mengapa demikian? Karena anak – anak usia ini penuh fantasi dan imajinasi itulah mengapa mereka sangat abstrak. Untuk itu program belajar Hompeempa pun tidak serumit yang dibayangkan loh..
Kami mengikuti alur murid – murid dan tidak ada paksaan untuk belajar, karena memang usia mereka belum ada kewajiban untuk belajar. Belajar disini lebih mengajak mereka bermain,karena pasti mereka senang kalau diajak main. Nah permainan – permainan inilah yang secara tidak langsung mengasah mereka untuk berimajinasi, kreatif, mengasah motorik halus dan kasar. Kami membuat sebuah permainan yang diarahkan untuk tumbuh kembangnya mereka. Tak perlu takut kotor, tak perlu takut basah atau lainnya. Karena belajar tidak ada batas dimanapun dan kapanpun.
Metode bermain, mendongeng atau bercerita, lalu bernyanyi ini sering kami lakukan setiap harinya. Tidak ada hafalan atau tuntutan setiap harinya mereka harus seperti apa. Semua mengalir natural saja sesuai kapasitas anak – anak. Kami tidak ingin membatasi mereka karena itu akan berdampak tidak baik hingga mereka dewasa.




Tidak hanya itu pendidikan karakter pun kami terapkan. Kenapa demikian, karena pendidikan karakter itu penting untuk dasar mereka hingga nanti dewasa akan terus melekat. Usia dini akan lebih mudah menyerap apa yang mereka dengar, lihat dan lakukan.

Biarkan anak – anak tumbuh kembang sesuai usia nya, tak perlu dipaksakan dengan apa keinginan Ayah Bunda. Karena pada hakikatnya mereka pun punya hak untuk bermain dan mewujudkan apa yang mereka inginkan. Tinggal Ayah dan Bunda saja yang mengarahkan.


Happy parenting Ayah Bunda

Senin, 09 Mei 2016

Amazing Parenting, Lets Enjoy Amazing Communication! (Part 2)


(Sumber : Buku Amazing Parenting, Rani Razak Noe,man)

c. Seberapa Besar Pengaruh Komunikasi Orangtua Terhadap Masa Depan Anak?

Mari kita lihat kasus yang terjadi dibawah ini :
Anak – anak sering kali susah atau malas makan. Karena khawatir Ayah dan Bunda menggunakan berbagai cara agar anak mau makan. Sayangnya, cara termudah dan paling kerap digunakan adalah dengan menggunakan ancaman.
“Makan! Kalau nggak tar Bunda tinggal nih! Bunda mau ke mall, kamu nggak akan diajak!”
Padahal, anak yang tidak mau makan tentunya mempunyai alasan tertentu. Jika Ayah dan Bunda mau meluangkan waktu untuk memperhatikan alasan itu dan mencari solusinya dengan sabar, masalah ini bisa diatasi. Namun, yang sering terjadi adalah Ayah dan Bunda merasa yakin bahwa anaknya lapar, misalnya, karena anak seharian belum makan. Padahal, mungkin saja, anak sedang merasa perutnya tidak enak sehingga tidak lapar.
Jika kejadian ini terulang terus menerus, baik dalam urusan makan atau urusan lain dampaknya akan sangat buruk? Orangtua merasa lebih mengetahui tentang kondisi anaknya. Padahal, anak sudah memberi tahu tentang kondisi/ perasaannya.
Saat anak berkata, “Aku tudak lapar, Bund” dan Bunda berkata, “kamu pasti lapar!”, secara tidak sadar Bunda sedang mengabaikan perasaan anak. Anak sudah jujur dengan  mengatakan tidak lapar, tetapi Bunda memastikan Ia lapar. Bila kejadian ini terus berulang dan terjadi dalam momen – momen lain kehidupan, bukan Cuma disaat makan, anak akan merasa bahwa perasaannya pasti salah. Ia menjadi tidak percaya kepada hati nuraninya. Ia pun akan tumbuh menjai anak yang tidak percaya diri, lemah, goyah, dan lebih mudah terpengaruh oleh lingkungan. Bukan tidak mungkin, lingkungan akan membawanya pada hal – hal negatif, seperti rokok, narkoba, hingga seks bebas.
Tentu tidak ada Orangtua yang menginginkan anaknya lemah seperti ini, bukan? Oleh karena itu, sebelum terlambat mulailah perbaiki cara komunikasi Ayah dan Bunda.

d. Terapi Komunikasi

Mengingat besarnya dampak buruk akibat menggunakan gaya komunikasi tradisional ini, kini saatnya Ayah dan Bunda melakukan apa yang saya sebut sebagai “Terapi Komunikasi”, yaitu belajar untuk memperbaiki cara komunikasi diri senidri. Dalam terapi ini, Ayah dan Bunda perlu berintropeksi diri dan berhenti memandang anak sebagai pihak yang salah.
Langkah pertama untuk memperbaiki teknik komunikasi adalah dengan menyediakan waktu. Zaman sekarang, komunikasi bisa dilakukan dengan mudah melalui berbagai media, seperti ponsel, webcam, atau hanya dengan secarik kertas yang diletakkan di meja belajr anak atau di tempel di pintu kulkas.

Minggu, 01 Mei 2016

Hari Pendidikan Nasional

Selamat Hari Pendidikan Nasional 
.
Hari pendidikan tidak hanyak hari ini semata, dirayakan hanya setahun sekali.
Karena hari pendidikan adalah setiap hari. Pendidik selalu mengajarkan apapun kepada para didikannya.
.
Dirumah, disekolah, bahkan dimanapun kita belajar dan mendidik.
Orang tua dan guru adalah pendidik bagi kita semua.
Tetap semangat demi penerus bangsa 
2 Mei 2016

Jumat, 29 April 2016

Kisah Inspiratif

sumber :google

Siapa yang tidak ingin menjadi Ibu seperti Septi Peni Wulandani?

Tiga anaknya tidak sekolah di sekolah formal layaknya anak-anak pada umumnya. Tapi ketiganya mampu menjadi anak teladan, dua di antaranya sudah kuliah di luar negeri di usia yang masih sangat muda. Saya cuma berdecak gemetar mendengarnya. Bagaimana bisa?

Namanya Ibu Septi Peni Wulandani. Kalau kita search nama ini di google, kalian akan tahu bahwa Ibu ini dikenal sebagai Kartini masa kini. Beliau seorang ibu rumah tangga profesional, penemu model hitung jaritmatika, juga seorang wanita yang amat peduli pada nasib ibu-ibu di Indonesia.

Seorang wanita yang ingin mengajak wanita Indonesia kembali ke fitrahnya sebagai wanita seutuhnya. Beliau bercerita kiprahnya sebagai ibu rumah tangga yang mendidik tiga anaknya dengan cara yang bahasa kerennya anti mainstream. It’s like watching 3 Idiots. But this is not a film. This is a real story from Salatiga, Indonesia.

Semuanya berawal saat beliau memutuskan untuk menikah. Jika ada pepatah yang mengatakan bahwa pernikahan adalah peristiwa peradaban, untuk kisah Ibu Septi, pepatah itu tepat sekali. Di usianya yang masih 20 tahun, Ibu Septi sudah lulus dan mendapat SK sebagai PNS. Di saat yang bersamaan, beliau dilamar oleh seseorang. Beliau memilih untuk menikah, menerima lamaran tersebut.

Namun sang calon suami mengajukan persyaratan: beliau ingin yang mendidik anak-anaknya kelak hanyalah ibu kandungnya. Artinya? Beliau ingin istrinya menjadi seorang ibu rumah tangga. Harapan untuk menjadi PNS itu pun pupus. Beliau tidak mengambilnya. Ibu Septi memilih menjadi ibu rumah tangga. Baru sampai cerita ini saja saya sudah gemeteran. Akhirnya beliau pun menikah.

Pernikahan yang unik. Sepasang suami istri ini sepakat untuk menutup semua gelar yang mereka dapat ketika kuliah. Aksi ini sempat diprotes oleh orang tua, bahkan di undangan pernikahan mereka pun tidak ada tambahan titel/ gelar di sebelah nama mereka. Keduanya sepakat bahwa setelah menikah mereka akan memulai kuliah di universitas kehidupan. Mereka akan belajar dari mana saja.

Pasangan ini bahkan sering ikut berbagai kuliah umum di berbagai kampus untuk mencari ilmu. Gelar yang mereka kejar adalah gelar almarhum dan almarhumah. Subhanallah……Tentu saja tujuan mereka adalah khusnul khatimah. Sampai di sini, sudah kebayang kan bahwa pasangan ini akan mencipta keluarga yang keren? Ya, keluarga ini makin keren ketika sudah ada anak-anak hadir melengkapi kehidupan keluarga.

Dalam mendidik anak, Ibu Septi menceritakan salah satu prinsip dalam parenting adalah demokratis, merdekakan apa keinginan anak-anak. Begitu pun untuk urusan sekolah. Orang tua sebaiknya memberikan alternatif terbaik, lalu biarkan anak yang memilih. Ibu Septi memberikan beberapa pilihan sekolah untuk anaknya: mau sekolah favorit A? Sekolah alam? Sekolah bla bla bla. Atau tidak sekolah? Dan wow, anak-anaknya memilih untuk tidak sekolah. Tidak sekolah bukan berarti tidak mencari ilmu kan?

Ibu Septi dan keluarga punya prinsip: Selama Allah dan Rasul tidak marah, berarti boleh. Yang diperintahkan Allah dan Rasul adalah agar manusia mencari ilmu. Mencari ilmu tidak melulu melalui sekolah kan? Uniknya, setiap anak harus punya project yang harus dijalani sejak usia 9 tahun. Dan hasilnya?

Enes, anak pertama. Ia begitu peduli terhadap lingkungan, punya banyak project peduli lingkungan, memperoleh penghargaan dari Ashoka, masuk koran berkali-kali. Saat ini usianya 17 tahun dan sedang menyelesaikan studi S1nya di Singapura. Ia kuliah setelah SMP, tanpa ijazah. Modal presentasi. Ia kuliah dengan biaya sendiri bermodal menjadi seorang financial analyst. Bla bla bla banyak lagi. Keren banget.
Saat kuliah di tahun pertama ia sempat minta dibiayai orang tua, namun ia berjanji akan menggantinya dengan sebuah perusahaan. Subhanallah. Uang dari orang tuanya tidak ia gunakan, ia memilih menjual makanan door to door sambil mengajar anak-anak untuk membiayai kuliahnya.

Ara, anak kedua. Ia sangat suka minum susu dan tidak bisa hidup tanpa susu. Karena itu, ia kemudian berternak sapi. Pada usianya yang masih 10 tahun, Ara sudah menjadi pebisnis sapi yang mengelola lebih dari 5000 sapi. Bisnisnya ini konon turut membangun suatu desa. WOW! Sepuluh tahun gue masih ngapain? Dan setelah kemarin kepo, Ara ternyata saat ini juga tengah kuliah di Singapura menyusul sang kakak.

Elan, si bungsu pecinta robot. Usianya masih amat belia. Ia menciptakan robot dari sampah. Ia percaya bahwa anak-anak Indonesia sebenarnya bisa membuat robotnya sendiri dan bisa menjadi kreatif. Saat ini, ia tengah mencari investor dan terus berkampanye untuk inovasi robotnya yang terbuat dari sampah. Keren!! Saya cuma menunduk, what I’ve done until my 20. Banyak juga peserta yang lalu bertanya, “kenapa cuma 3, Bu?” hehe.

Dari cerita Ibu Septi sore itu, saya menyimpulkan beberapa rahasia kecil yang dimiliki keluarga ini, yaitu:
1. Anak-anak adalah jiwa yang merdeka, bersikap demokratis kepada mereka adalah suatu  keniscayaan.
2. Anak-anak sudah diajarkan tanggung jawab dan praktik nyata sejak kecil melalui project. Seperti yang saya bilang tadi, di usia 9 tahun, anak-anak Ibu Septi sudah diwajibkan untuk punya project yang wajib dilaksanakan. Mereka wajib presentasi kepada orang tua setiap minggu tentang project tersebut.
3. Meja makan adalah sarana untuk diskusi. Di sana mereka akan membicarakan tentang ‘kami’, tentang mereka saja, seperti sudah sukses apa? Mau sukses apa? Kesalahan apa yang dilakukan? Oh ya, keluarga ini juga punya prinsip, “Kita boleh salah, yang tidak boleh itu adalah tidak belajar dari kesalahan tersebut”. Bahkan mereka punya waktu untuk merayakan kesalahan yang disebut dengan “false celebration”.
4. Rasulullah SAW sebagai role model. Kisah-kisah Rasul diulas. Pada usia sekian Rasul sudah bisa begini, maka di usia sekian berarti kita juga harus begitu. Karena alasan ini pula Enes memutuskan untuk kuliah di Singapura, ia ingin hijrah seperti yang dicontohkan Rasulullah. Ia ingin pergi ke suatu tempat di mana ia tidak dikenal sebagai anak dari orang tuanya yang memang sudah terkenal hebat.
5. Mempunyai vision board dan vision talk. Mereka punya gulungan mimpi yang dibawa ke mana-mana. Dalam setiap kesempatan bertemu dengan orang-orang hebat, mereka akan share mimpi-mimpi mereka. Prinsip mimpi: Dream it, share it, do it, grow it!
6. Selalu ditanamkan bahwa belajar itu untuk mencari ilmu, bukan untuk mencari nilai.
7. Mereka punya prinsip harus jadi entrepreneur. Bahkan sang ayah pun keluar dari pekerjaannya di suatu bank dan membangun berbagai bisnis bersama keluarga. Apa yang ia dapat selama bekerja ia terapkan di bisnisnya.
8. Punya cara belajar yang unik. Selain belajar dengan cara homeschooling di mana ibu sebagai pendidik, belajar dari buku dan berbagai sumber, keluarga ini punya cara belajar yang disebut Nyantrik. Nyantrik adalah proses belajar hebat dengan orang hebat. Anak-anak akan datang ke perusahaan besar dan mengajukan diri menjadi karyawan magang. Jangan tanya magang jadi apa ya, mereka magang jadi apa aja. Ngepel, membersihkan kamar mandi, apapun. Mereka pun tidak meminta gaji. Yang penting, mereka diberi waktu 15 menit untuk berdiskusi dengan pemimpin perusahaan atau seorang yang ahli setiap hari selama magang.
9. Hal terpenting yang harus dibangun oleh sebuah keluarga adalah kesamaan visi antara suami dan istri. That’s why milih jodoh itu harus teliti. Hehe… Satu cinta belum tentu satu visi, tapi satu visi pasti satu cinta
10. Punya kurikulum yang keren, di mana pondasinya adalah iman, akhlak, adab, dan bicara.
11. Di-handle oleh ibu kandung sebagai pendidik utama. Ibu bertindak sebagai ibu, partner, teman, guru, semuanya. Daaaan masih banyak lagi.

Hhhhmmm… Gimana? Profesi ibu rumah tangga itu profesi yang keren banget bukan? Ia adalah kunci awal terbentuknya generasi brilian bangsa.
Saya ingat cerita Ibu Septi di awal kondisi beliau menjadi ibu rumah tangga. Saat itu beliau iri melihat wanita sebayanya yang berpakaian rapi pergi ke kantor sedangkan beliau hanya mengenakan daster. Jadilah beliau mengubah style-nya. Jadi Ibu rumah tangga itu keren, jadi tampilannya juga harus keren, bahkan punya kartu nama dengan profesi paling mulia: housewife.

So, masih zaman berpikiran bahwa ibu rumah tangga itu sebatas sumur, kasur, lalala yang haknya terinjak-injak dan melanggar HAM? Duh please, housewife is the most presticious career for a woman, right? Tapi semuanya tetap pilihan. Dan setiap pilihan punya konsekuensi. Jadi apapun kita, semoga tetap menjadi pendidik hebat untuk anak-anak generasi bangsa.
Dari kisah di atas, saya juga menarik kesimpulan bahwa seminar kepemudaan tidak melulu bahas tentang organisasi, isu-isu negara, dan lain-lain yang biasa dibahas. Pemuda juga perlu belajar ilmu parenting untuk bekal dalam mendidik generasi penerus bangsa ini. Bukankah dari keluarga karakter anak itu terbentuk?

Sumber [disingkat oleh WhatsApp]

Selasa, 26 April 2016

Amazing Parenting, lets Enjoy Amazing Communication! (part 1)

(Sumber : buku Amazing Parenting, Rani Razak Noe’man)

Pada dasarnya, mengasuh anak adalah sesuatu yang sangat menyenangkan dan membahagiakan. Berharap semuanya bisa berjalan mulus sehingga anak tumbuh menjadi anak yang “ideal” atau tepatnya sesuai keinginan kita. Tapi terkadang kenyataan tak semulus harapan. Sering kita temui berbagai kendala yang tidak jarang membuat Ayah dan Bunda mengeluh.
Contoh keluhan Ayah Bunda berikut ini :

“Kenapa ya, anak saya maunya main game melulu?”

“Saya harus marah – marah terus sama anak – anak, soalnya kalau dibilang baik – baik mereka tidak mau mendengar saya!”

Keluhan diatas sering dirasakan oleh Ayah dan Bunda?
Jika diamati maka timbul kesan bahwa menjadi orang tua identik dengan rasa pusing dan stres. Padahal, bukankah Al-Quran menyebutkan anak – anak adalah qurrota a’yun, “perhiasan bagi mata?”
Namun, mengapa kita sering tidak menikmati peran menjadi orang tua?

A. Kedala Komunikasi Orang Tua

Bisakah Ayah dan Bunda mencapai kondisi bahwa menjadi orangtua itu amazing? Bisakah Ayah Bunda menikmati rasa menakjubkan dan menyenangkan saat mengasuh anak? Tanpa perlu merasa kesal dan sakit kepala?

Ada satu cerita pengalaman Saya seperti ini :
“Bund,aku ingin pulang sekolah naik angkot, gak mau dijemput lagi”.

Karena berbagai masalah sejak Ia kecil, Saya bersikap agak protektif dan ada rasa khawatir jika membiarkannya naik angkot sendiri. Namun Saya berusaha meneguhkan hati dan mengijinkannya naik angkot sendiri.
Tiga hari berjalan aman dan lancar, Dia pulang tepat waktu dan rasa khawatir mulai berkurang. Namun dihari keempat Dia pulang terlambat dan Saya mulai panik, karena Dia belum Saya ijinkan bawa ponsel Saya telpon teman – temannya dan sekolah. Karena tak ada kabar Saya pun menyusul ke Sekolah. Sampai disana sekolah sudah kosong.
Dengan hati galau Saya menyusuri jalan siapa tahu Dia ada di pinggir jalan. Namun semuanya nihil dan Saya menangis tidak tahu harus berbuat apa.
Tiba – tiba terdengar langkah kaki di depan pintu. Saya segera berlari dan mendekat padanya.

Jika dalam posisi ini, apa yang Ayah dan Bunda ucapkan?

(a) (Dengan nada tinggi) “Ya ampun! Kamu kemana aja sih? Kalau mau pulang telat, bilang – bilang dong! Huuuhh...tau nggak, Bunda tuh tadi sampai nyusul ke sekolah, bukain pintu satu – satu, ngikutin jalan angkot sampai terminal! Bunda tuh kuatir tau....kuatirr!! kalau kamu diculik gimana?? Udah, pokoknya besok kamu gak boleh naik angkot lagi!”

(b) (Dengan nada rendah) “Alhamdulillah...akhirnya kamu pulang, nak. Kamu baik – baik aja kan? Kenapa pulang terlambat? Bunda khawatir sekali. Gimana kalaukamu di culik atau ketabrak mobil? Tadi Bunda mencarimu kemana mana. Lainkali kalau mau pulang terlambat beri tahu Bunda yaa”.

Perkataan (a) dan (b) intinya sama, Ayah dan Bunda mengungkapkan kekhawatiran atas keselamatan anak. Rasa sayang Ayah dan Bunda telah membuat sangat panik ketika anak terlambat pulang. Namun rasa sayang pada kalimat (a), rasa sayang itu tidak akan ditangkap anak, yang ditangkap hanya “Bunda Marah”. Sebaliknya dengan kalimat (b), anak bisa menangkap rasa sayang dan menyadari bahwa saking sayangnya, Ayah dan Bunda khawatir bila pulang terlambat tanpa memberi kabar.

Betapa banyak dari Ayah dan Bunda yang mengomel, marah, atau mengkritik perilaku anak karena rasa sayang. Namun, apakah rasa sayang itu ditangkap anak ataukah justru sebaliknya? Yang ditangkap adalah “Ayah dan Bundaku pemarah, cerewet, tukang kritik!” aku nggak pernah bener dimata mereka”.

Ayah dan Bunda mungkin mengomel tiap hari hanya untuk menyuruh anak bangun tepat waktu agar anak tidak terlambat sekolah. Namun, mengapa anak tidak sadar – sadar juga? Setiap musim ulangan Ayah dan Bunda marah – marah saat menyuruh anak rajin belajar. Sebenarnya tujuannya baik, supaya mendapat nilai ulangan yang bagus. Namun mengapa anak tidak berubah? Mereka lebih suka menonton TV dibandingkan baca buku.

Inilah yang Saya maksud dengan kendala komunikasi. Kita berkomunikasi untuk menyampaikan isi hati kita. Dengan tujuan, agar orang yang diajak berkomunikasi memahami maksud kita dan melakukan apa yang kita inginkan. Apabila ternyata apa yang kita sampaikan tidak ditangkap dengan baik oleh pihak lain, berarti ada kesalahan dalam berkomunikasi.

B.Gaya Komunikasi Tradisional

Doktor Thomas Gordon, penulis buku Parents Effectiveness Training, mengelompokan gaya komunikasi yang biasa dilakukan oleh orang tua diseluruh dunia, termasuk di Indonesia. Gaya komunikasi itu adalah memerintah, menakuti, mengancam, menceramahi, menyuruh, berargumentasi, menghakimi, mengalah pada kemampuan anak, memberi cap, menganalisis, memberikan jaminan, menginterogasi, mengalihkan, membandingkan, menyindir, dan membohongi.
Gaya komunikasi inilah yang Saya maksud dengan komunikasi tradisional. Dulu, Orangtua Ayah Bunda juga mungkin menggunakan gaya ini. Karena terbentuk sejak kecil, Ayah Bunda pun terbiasa untuk menggunakan gaya komunikasi tradisional tersebut.
Gaya komunikasi yang digunakan orangtua akan membentuk gaya pengasuhan orangtua dalam mendidik anaknya. Umumnya, ada dua jenis gaya ppengasuhan yang biasa dipakai orangtua. Ada orangtua terlalu ketat, terlalu disiplin, dan memperlakukan anak sebagai pihak yang harus patuh sepenuhnya. Gaya pengasuhan ini disebut gaya pengasuhan otoriter. Sebaliknya, ada orangtua yang membebaskan anaknya untuk melakukan apa saja sehingga, justru, orang lain yang pusing menghadapi perilaku buruk anaknya. Gaya pengasuhan ini disebut gaya pengasuhan permisif.

Jenis Gaya Pengasuhan  Komunikasi Tradisional yang Sering di Lakukan :
1.  Otoriter
      Memerintah, mengancam atau menakut – nakuti, menceramahi, menginterogasi, memberi cap,
      Membandingkan, menghakimi, menyalahkan dan mendiagnosis.

2.  Permisif
      Menjamin, memberi solusi, mengalihkan, menyindir, menghibur, dan membohongi.

Ayah dan Bunda seberapa sering menggunakan kalimat – kalimat ini?

“kakak, beresin tuh buku – bukunya! Contoh tuh, adikmu rapi sekali”.

“Andii...! Cepetan mand! Dari tadi bunda suruh, nggak nurut aja! Kamu punya telinga nggak sih?”

“Aisyaah! Banguuunn....bangun! Huh, dari tadi Bunda bangunin kok nggak bangun – bangun?! Awas yaa kalau telat lagi, ntar dimarahi Bu Guru loh!

Model komunikasi diatas, tampaknya harus segera Ayah Bunda tinggalkan. Alasannya, pesan yang ingin disampaikan lewat model ini tidak ampuh dalam mengubah perilaku anak. Betapa seringnya Ayah dan Bunda marah, menceramahi, mengomel, tetapi perilaku buruk anak tidak berubah juga? Jika hal ini terjadi, berarti anak telah menerima pesan tersebut dengan maksud yang berbeda. Komunikasi yang dibangun pun menjadi sia – sia belaka jika pesannya tidak sampai.

Senin, 25 April 2016

Kenapa Harus Daycare?




Banyak orang tua masa kini yang aktif bekerja sehingga mereka memerlukan jasa pengasuh untuk mendampingi putra – putrinya, dan tak sedikit yang kesulitan mencari pengasuh saat ini. Untuk mencari pengasuh yang terpercaya dan aman bagi putra – putrinya. 


 Sumber : Google


Dilema?

Pastinya, banyak yang curhat tentang ini dan tak sedikit juga yang menitipkan kepada orang tua.
Tapi apakah akan seterusnya merepotkan orang tua?

Atau mencari di jasa baby sitter, tapi untuk saat ini baby sitter perlu biaya yang tak cukup sedikit.
Untuk orang tua muda masa kini, daycare merupakan solusi untuk masalah diatas. 
Karena daycare pilihan yang aman dan terpercaya untuk putra – putri Anda. 

Daycare tidak hanya tempat penitipan, tapi tempat untuk tumbuh kembang anak sama seperti rumah.
Di samping itu daycare juga memiliki tenaga pengasuh dan pengajar yang profesional. 
Daycare juga mengajarkan anak untuk bersosialisasi dan saling mengenal antar teman.

Pastinyaa biaya pun sangat terjangkau Ayah Bunda.
Putra – putri selain dititipkan tapi juga mendapatkan pendidikan sesuai usianya, mengenal lebih banyak hal, punya teman dan bermain dengan banyak teman.

Kegiatan Belajar dan Bermain



Kegiatan Belajar Hompeempa setiap harinya penuh kreativitas, dari mulai mengenal warna, angka, huruf melalui flashcard, bercerita dari buku – buku cerita anak, serta kegiatan yang memerlukan gerak tubuh. Belajar indoor dan outdoor sering Kami lakukan agar murid – murid tidak mudah bosan.
Karena Hompeempa tidak hanya penitipan anak saja, tapi juga memberikan edukasi kepada murid – murid untuk menstimulus perkembangan sesuai usianya. Bimbingan para pengajar kepada setiap murid yang penuh perhatian serta kasih sayang sehingga para murid merasa nyaman dan gak mudah bosan jika sedang belajar.